PENGAWALPERSADA.COM, Jakarta-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan KTT COP 27 Sharm Elsheik Mesir, dalam side event yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia di Pavilion Indonesia. BPDPKS mengangkat tema ‘Pelibatan Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan Berkelanjutan di dalam Kawasan Perkebunan’.
Dalam Peraturan Pemerintah No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam upaya pembangunan tersebut Pemerintah Republik Indonesia mencanangkan penanaman berkelanjutan pada Empat komoditas utama yaitu Minyak Sawit, Karet, Kopi, dan Kokoa .
“As the largest Palm Oil Producer, the Goverenment has produces several policies to encourage the downstream and help to increase their added value, the goverenment polices to dealt with the climate change have been caried out including the achievement of the SDG’s, Low Carbon Development Planning, Implementation of Commitment to Achieve emmission reduction to NDC 2030 and suistainable finance road map 2021 – 2025” Ucap Dr. Musdhaliffah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementeriaan Koordinator Perekonomian Republik Indonesia).
Pertanian menjadi salah satu basis pereknomian Indonesia, pada tahun 2020 pertanian menepati urutan ke-2 dalam capaian GDP, dan dari sektor Pertanian juga menyerap 30% total pekerja di Indonesia yang terjun dalam industri pertanian. Pemerintah Republik Indonesia sendiri telah mengeluarkan Peraturan Presiden no. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“Indonesia commited to accelerating clean energy transistion through bio diesel policy to achieve zero net emissiion. The Palm Oil industry can support reduction emission target in the sector of agriculturem energy indusrty, waste management and setting up mitigation activities. The policy of bio diesl in not only to aim at the downstream product but more importantly to create and expanding the domestic market to absorb acces stock as the result of increasing palm oil production from year to year” Tambah Musdhalifa dalam keynote speechnya. Industri minyak sawit terbukti banyak memberi dampak positif terhadap Indonesia, dengan menghasilkan 69 juta barrel per tahun dan menyerap 1.6 juta pekerja, serta terbukti mengurangi 29,5 juta ton CO2 setara dengan 9,3% dari capaian NDC Indonesia.
Kegiatan seminar yang berlangsung pada pukul 15.40 hingga 17.00 waktu lokal mesir ini, dihadiri oleh beberapa narasumber, diantaranya: Dr. Musdhalifah Machmud (Deputi bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementeriaan Koordinator Perekonomian Republik Indonesia), Angga Eko Amzar, SP, M.Sc (Assisten eksekutif direktur GAPKINDO), David Saddington (Head of Sustainable Supply Chain Foreign, Commonwealth & Development Office United Kingdom Goverenment), Diah Yulinar Muldiana (Senior Advisor Indonesia Biodiversity Conservation Trust Fund) dan Herdrajat Natawidjaja (Kepala Sekretariat ISPO Indonesia). Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Bapak Yuri Thamrin, M.A (Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belgia dan U.K).
