Anggota Komisi I DPR RI Hasbi Anshory: Komunikasi Publik Aparatur Desa Baik, Bisa Memulihkan Perekonomian Desa Pasca Covid-19

PENGAWALPERSADA.COM- Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Hasbi Anshory, mengatakan, komunikasi publik yang baik penting dilakukan oleh aparatur pemerintah desa untuk menyukseskan program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Hasbi dalam Webinar Forum Diskusi Publik
Ditjen IKP Kemkominfo RI bekerja sama dengan Komisi I DPR RI dengan tema “Komunikasi Publik Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Rangka Mendukung Penanggulangan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional”, Senin (25/10/2021).

“Walaupun dalam Covid-19, ekonomi kita tidak boleh mati. Informasi ini yang harus disampaikan publik dengan baik,” kata Hasbi.

Ia mengatakan, pemerintah desa juga mengelola keuangan desa. Sehingga, menurutnya, semua kegiatan mereka juga harus terbuka dan disampaikan ke publik.

“Kategori informasi tersedia setiap saat. Informasi ini adalah yang diumumkan seperti jumlah Covid-19, jumlah vaksin dan lain-lain,” ujarnya.

Sebagai pemerintah desa, lanjut Hasbi, mereka harus bisa membaca respons publik ketika akan mengumumkan informasi. Menurutnya, aparat desa yang lebih paham terkait hal tersebut.

“Desa sebagai badan publik wajib menyampaikan segala informasi publik. Komunikasi Publik terutama,” katanya.

  1. Selain Hasbi Anshory, pembicara lain dalam webinar itu yakni Direktur IKPMK Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Wiryanta. Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi publik aparatur pemerintah desa berperan penting dalam pemulihan nasional pasca Covid-19.

“Aparatur pemerintah desa ini adalah yang paling depan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Wiryanta.

Sementara itu, Akademisi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Junaidi, mengatakan, persepsi masyarakat terkait pandemi Covid-19 ini berbeda-beda. Sehingga, menurutnya, komunikasi publik berperan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Hari ini kita lihat bahwa masyarakat kita banyak termakan hoaks. Persepsi kita tentang vaksin misalnya, itu berbeda-beda,” katanya.@